Download ebooknyahttp://q.gs/E2F3I
☻☻☻☻☻☻☻☻☻☻
*RENUNGAN MALAM*
*(((BANYAK PARA WALI ALLAH MEMILIH MASTHUR FIL ARDH (TERSEMBUNYI DI DUNIA) DARIPADA POPULER JADI ULAMA KHARISMATIK*
KETIKA TERBUKA RAHASIA MEREKA MEMILIH MALAMATIYAH (HINAKAN DIRI), TERLIHAT TIDAK ALIM, BAHKAN MEMILIH BERPULANG)))
TERSEMBUNYINYA KEKASIH ALLAH
As Syaikh Abdullah bin Mubarak Rahimahullah, salah seorang ulama di masa tabi’in, setelah melaksanakan ibadah haji atau umrah, ia tinggal beberapa waktu lamanya di Makkah. Ketika itu terjadi masa paceklik karena telah beberapa bulan lamanya tidak terjadi hujan. Maka orang-orang datang ke suatu lapangan luas untuk melaksanakan shalat istisqo’ (shalat meminta hujan), Abdullah bin Mubarak ikut serta dalam jamaah shalat tersebut.
Usai shalat dan memanjatkan doa kepada Allah, tidak terlihat tanda-tanda bahwa hujan akan turun. Hingga malam menjelang tidak ada awan tebal yang datang membawa air untuk menyirami wilayah Makkah dan sekitarnya. Keesokan harinya, mereka mengulang lagi shalat istisqo’ tersebut, tetapi masih juga tidak ada pertanda akan turunnya hujan, termasuk ketika mereka melakukannya untuk ke tiga kalinya pada hari berikutnya.
Setelah berjamaah shalat Istisqo’ pada hari ketiga itu, Ibnul Mubarak berkata dalam hati, “Aku akan keluar memisahkan diri dari orang-orang ini dan berdoa kepada Allah, mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat-Nya dan mengabulkan doaku sehingga hujan bisa turun!!”
Ia berjalan diam-diam menuju perbukitan di sekitar Makkah, dan masuk salah satu gua yang berada di sana. Tetapi belum sempat ia berbuat apa-apa, tiba-tiba masuklah ke dalam gua itu seorang lelaki berkulit hitam, yang tampaknya seorang budak. Entah tidak tahu, pura-pura tidak tahu atau merasa minder melihat ‘penampilan’ Ibnul Mubarak yang layaknya seorang ulama khusyu dan ‘khos’, budak berkulit hitam itu tidak menyapa atau memberi salam kepadanya.
Lelaki hitam itu langsung shalat dua rakaat yang tampaknya sederhana dan ringkas. Setelah mengucap salam, ia meletakkan kepalanya di tanah dan berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya mereka itu adalah hamba-hamba-Mu, mereka telah melaksanakan shalat Istisqo’ selama tiga hari, tetapi Engkau belum berkenan juga menurunkan hujan. Maka demi Keagungan dan Kemuliaan-Mu, aku tidak akan mengangkat kepalaku hingga Engkau menurunkan hujan kepada kami!!”
Beberapa waktu lamanya ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba datang awan hitam bergulung-gulung, kemudian hujan turun dengan derasnya. Lelaki itu segera mengangkat kepalanya dan keluar gua, berjalan menembus hujan tanpa berkata apa-apa.
Sejenak Ibnul Mubarak tertegun melihat pemandangan itu, dan segera setelah tersadar ia berjalan mengikuti lelaki hitam itu menembus hujan. Ia terus membuntutinya hingga memasuki sebuah perkampungan, dan lelaki hitam itu memasuki sebuah rumah yang cukup bagus. Ia duduk diam di depan rumah itu beberapa waktu lamanya, sampai seseorang keluar. Ibnul Mubarak berkata, “Rumah siapakah ini?”
Lelaki itu berkata, “Rumah Tuan Fulan bin Fulan!!”
“Bisakah saya membeli budak dari dirinya?” Kata Ibnul Mubarak lagi.
Lelaki itu berkata, “Bisa dan silahkan masuk!!”
Ibnul Mubarak dipersilahkan duduk dan lelaki itu segera memanggil tuannya. Sang pemilik rumah menemui Ibnul Mubarak sambil membawa seorang budak yang bagus wajahnya dan tampak cekatan, tetapi ia berkata, “Aku tidak menginginkan orang ini, apakah engkau mempunyai budak lainnya??”
“Baiklah!!” Kata sang pemilik rumah, sambil memerintahkan untuk memanggil budak lainnya.
Satu atau dua orang budak lagi ditunjukkan, tetapi Ibnul Mubarak berkata, “Aku menginginkan yang lainnya, apakah engkau masih memilikinya?”
Tujuan utama Abdullah bin Mubarak adalah lelaki hitam yang ditemuinya di dalam gua itu. Orang itu berkata, “Saya memang masih memiliki satu orang lagi budak, tetapi ia sangat tidak pantas bagi tuan!!”
“Mengapa?” Tanya Ibnul Mubarak.
Orang itu berkata, “Karena dia seorang yang pemalas, tuan tidak akan memperoleh manfaat apa-apa dari dirinya.”
Ibnul Mubarak berkata, “Bawalah dia kemari, aku ingin melihatnya.”
Budak itu segera didatangkan, dan memang lelaki hitam yang ditemuinya di dalam gua tersebut. Tampak kegembiraan di matanya dan segera ia berkata, “Aku ridha dengan orang ini, berapa engkau ingin menjualnya!!”
Orang itu berkata, “Saya dahulu membelinya duapuluh dinar, tetapi sekarang tidak laku walau hanya sepuluh dinar!!”
“Saya akan membelinya seharga sepuluh dinar darimu!!” Kata Abdullah bin Mubarak, yang langsung mengeluarkan uang sepuluh dinar dan memberikannya kepada orang itu.
Ibnul Mubarak membawa budak hitam itu ke tempat tinggalnya. Budak hitam yang selama itu hanya diam saja, tiba-tiba berkata, “Wahai Ibnul Mubarak, mengapa engkau membeli aku, aku tidak akan mengabdi dan melayani dirimu!!”
Walau sempat menduga sebelumnya karena peristiwa di dalam gua itu, masih juga Ibnul Mubarak terkejut karena budak itu mengetahui dan menyebut namanya. Padahal ia belum pernah memperkenalkan diri, termasuk kepada pemilik sebelumnya. Tetapi justru hal itu memperkuat dugaannya sebelumnya, segera saja Ibnul Mubarak berkata, “Bukan seperti itu, justru aku yang akan melayani kamu, siapakah namamu??”
Budak hitam itu berkata, “Para kekasih Allah tentu mengenal kekasih-Nya!!”
Ketika lelaki hitam itu akan beranjak untuk berwudhu, Ibnul Mubarak segera mengambil air untuknya dan mempersiapkan sandal, serta menunjukkan kamar untuk dirinya. Di dalam kamar lelaki hitam itu shalat dua rakaat. Ibnul Mubarak yang memang sengaja menguping itu, mendengar dia berdoa setelah shalatnya, layaknya sedang bersyair (berpuisi), “Wahai Tuhan Pemilik Rahasia, rahasia telah menjadi nyata (terbuka), saya tidak lagi menginginkan kehidupan ini, setelah rahasia hidupku diketahui….!!”
Beberapa waktu lamanya Ibnul Mubarak menunggu, tetapi ia tidak mendengar suara atau gerakan apapun, maka ia masuk ke dalam kamar dan mendapati lelaki hitam itu telah meninggal. Ia segera mengurus jenazahnya dengan penuh takdzim, hingga memakamkannya. Hanya sedikit orang saja yang membantu dan mengiringi jenazahnya karena hanya seorang budak hitam yang tampak sangat sepele. Hal itu justru menggembirakan bagi Ibnul Mubarak karena ia sendiri yang akhirnya banyak berperan dalam mengurus jenazah ‘kekasih Allah’ tersebut.
Malam harinya, Ibnul Mubarak bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Di sisi kanan beliau ada seorang tua (syaikh) yang wajahnya tampak bersinar, dan budak hitam itu berada di sisi kiri beliau. Nabi SAW bersabda dalam mimpinya itu, “Mudah-mudahan Allah membalas engkau dengan kebaikan yang berlimpah karena apa yang telah engkau lakukan itu. Aku tidak melihat adanya bahaya dan kesulitan yang akan engkau hadapi karena engkau telah berbuat kebaikan kepada kekasihku ini!!”
Beliau menunjuk lelaki hitam tersebut, dan Ibnul Mubarak berkata, “Ya Rasulullah, apakah dia itu kekasihmu?”
“Benar,” Kata Nabi SAW, “Dan dia juga kekasih Khalilul Rahman, Ibrahim AS!!”
Beliau menunjuk lelaki tua di sisi kanan beliau. Dan Ibnul Mubarak tersentak bangun dari tidurnya. Ia segera bangkit berwudhu dan shalat dua rakaat, kemudian berdoa yang lebih banyak diisinya dengan ucapan syukur kepada Allah.
🤩👍👌🙏
learning of life
how to survive in this older world, rool of life just following Alqur-an and Sunnah Rosul
Pengikut
Selasa, 29 Januari 2019
Minggu, 20 Januari 2019
Belajar bahasa arab yuk...
Download ebooknya http://q.gs/E2F3I
Bismillah
belajar bahasa Arab yuk 🌼
Afwan = maaf.
Na’am = iya
Laa = Tidak
Laa Adri = tidak tahu
Laa ba’sa = tidak apa-apa
___________________________________
🌷Syukron = terima kasih,
apabila ada orang memberikan ucapan “syukron” bisa dijawab “afwan”, jadi afwan bisa juga artinya “sama-sama”.
🌷Tafadhdhol= silahkan (untuk laki-laki)
🌷Tafadhdholy = silahkan (untuk perempuan)
🌷Mumtaz = keren, bagus banget, istimewa
🌷Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah
🌷Wa anta kadzalik = begitu juga kamu
🌷Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ?
🌷Jazakumullah khayran katsir = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan kebaikan yang banyak
🌷Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian
🌷Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita
🌷Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah
🌷Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah
Afwan, berhubung ada yang bertanya tentang arti kalimat-kalimat umum dan Dhomir (kata ganti orang) sederhana dalam bahasa Arab, maka semoga (terjemahan bebas) ini bermanfaat:
🍁ana = saya
🍁anta = kamu laki-laki
🍁anti = kamu prempuan
🍁antum = kalian laki-laki
🍁antunna = kalian prempuan
– ya akhi = wahai saudaraku (laki-laki)
– ya ukhti = wahai saudaraku (perempuan)
– Akhi fillah = saudaraku seiman (kepada Allah)
– Barakallahu fiik/kum = Semoga ALLAH memberi kalian berkah
– Ilal Liqo = Sampai Jumpa
– Ma’asalamah = Semoga keselamatan menyertaimu
🌻ana aidon = aku juga
🌻thoyyib = OK/ baik lah..
🌻mafi musykilah = ga masalah
🌻Qolil = sedikit
🌻Insya Allah = “jika Allah berkehendak
🌻Wallahi = Demi Allah
🌻Jaulah = berkunjung/Silaturahim/berkeliling
🌻Iqob = Denda/ Sanksi
🌻Ma’a an-najah = semoga lulus
🌻Hamasah = Semangat
🌻Futur = lemah semangat/malas
🌻Ahlan wa sahlan: Selamat Datang
_______________________________________
⛅Ungkapan yang biasa digunakan dalam bahasa arab:
🌸terima kasih – syukran (شكرًا )
🌸sama sama – afwan ( عفواً )
🌸saya minta maaf – aseef (asif) ( آسف )
🌸baiklah – hasanan ( حسناً )
🌸mungkin – rubbama (ربما )/yumkin
🌸awas! – intabih ( انتبِه )
🌸berhati hatilah – ihzar ( احذر )
🌸jangan lupa – la tansa’ ( لا تنسىٰ )
🌸samiinatun – gemuk ( سمين )
🌸Tawiilun – panjang ( طويل )
🌸Qasirun – pendek ( قصير )
🌸khofiidhun – rendah ( خفيض )
🌸nahiifun – kurus ( نحيف )
🌸yaum – hari ( يوم )
🌸usbu’ – minggu ( أسبوع )
🌸syahr – bulan ( شهر )
🌸sanah – tahun ( سنة )
___________________________________________
🔰Ucapan dalam bahasa arab :
🌻Selamat malam – laila sa’idah ( ليلة سعيدة )
🌻sobahul khair – selamat pagi ( صباح الخير )
🌻ucapan balas sobahul khair – sobahannur ( صباح النور )
🌻semoga berjaya – bitaufiq wannajah ( بالتوفيق والنجاح )
🌻salam ukhuwah – salam perkenalan ( سلام اخوة )
🌻jazakallah khairan – semoga Allah membalas jasa kebaikanmu ( جزاك الله خيرا )
🌻naharun sa’idah – selamat siang
🌻azhoma allahu ajrak – semoga Allah memuliakan amalan kamu ( عظّم الله أجرك )
🌻uhibbuki – saya sayang kamu (perempuan) ( أحبكِ )
🌻uhibbuka- saya sayang kamu (lelaki) ( أحبكَ )
____________________________________________
🔰Ganti nama/personal pronouns
..aku/saya – ana ( أنا )
..kamu (lelaki) – anta ( أنتَ )
..kamu (perempuan) – anti ( أنتِ )
..dia (lelaki -seorang ) – huwa ( هُوَ )
..dia (perempuan-seorang) – hiya ( هِيَ )
..dia (lelaki/perempuan -2orang) -huma ( هماَ )
..dia (lelaki -3 dan keatas) – hum ( هُمْ )
..dia (perempuan-3 dan keatas) – hunna ( هنَّ )
..kami – nahnu ( نحنُ )
..kalian (ramai) – antum ( أنتم )
..mereka – hum ( هُمْ )
..cantik = jamiilah ( جميلة )
..jelek = qabih ( قبيح )
..Bersih = nadziifun ( نظيف )
..Malas = kaslaan ( كسلان )
Ata’allamu = saya belajar ( أتعلم )
a’kulu = saya makan ( أاكل )
Asyrobu = saya minum ( أشرب )
Aqrou = saya membaca ( أقرا )
aktubu = saya menulis ( أكتب )
Atakallamu = saya berbicara ( أتكلم )
Amsiku = saya memegang ( أمسك )
A’malu = saya mengerjakan ( أعمل )
Albasu = saya memakai ( ألبس )
Toriiqon = jalan ( طريق )
Baytun = rumah ( بيت )
Mirsamun = pensil ( مِرسم )
Qolamun = pulpen ( قلم )
Mimsahatun = penghapus ( ممسحة )
Mishbaahun = lampu ( مصباح )
Sabbuurotun = papan tulis ( سبورة )
Kaifahaluka- apa khabar (lelaki) ( كيف حالكَ )
Kaifahaluki- apa khabar (girl) ( كيف حالكِ )
Askunufi- saya tinggal di ( أسكن في )
Umri- umur saya ( عمري )
Masmuki? Siapa namamu (untuk perempuan) ( ما اسمكِ )
Masmuka? Siapa namamu (untuk laki2) ( ما اسمكَ )
Ana tilmiidzatun = saya seorang murid (untuk perempuan) ( انا تلميذة )
Ana tilmiidzun = saya seorang murid (untuk laki2) ( انا تلميذ )
Ahlam Saiidah = semoga mimpi indah ( احلام سعيدة )
Syafakallah-smoga Allah menyembuhkn kamu ( شفاك الله )
*Ukhwahfillah = Pshabatan Krna Allah ( اخوة في الله )
*Ukht = Kakak @ Saudara Perempuan ( اخت )
*Akhun = Abang @ Saudara Lelaki ( أخ )
*Zauj = Suami @ Pasangan (L) ( زوج )
*Zaujah = Isteri @ Pasangan (P) ( زوجة )
*Asiff Jiddan = Saya minta maaf sangat2 ( آسف جداً )
*Ukhwahfillah Abadan Abada = Psaudaraan krna Allah Selama2nya ( اخوة في الله أبداً ابدا )
*Fa’idza Adzamta fatawakkal’alallah = Stelah kmu brazam maka bertawakallah pd Allah ( فإذا عزمت فتوكل على الله )
*Inni Akhafullah = Sesungguhnya aku takut kepada Allah (إني أخاف الله)
*Maafi Qalbi Ghairullah = Tiada di hatiku selain Allah ( مافي قلبي غير الله )
*Lau Samatha = Maafkan saya ( لَو سمحتَ )
*Naltaqi Ghadan = Kita jumpa besok ( نلتقي غداً )
*Illalliqa’ = selamat berjumpa kembali ( الى اللقاء )
*Syafakallah = moga Allah myembuhkan kamu (L)(شفاكَ الله)
*Syafakillah = moga Allah myembuhkan kamu (P) (شفاكِ الله)
*Tafaddhol = Silakan (تفضل )
*La Aadri/ la ‘a’rif = Saya Tak Tahu ( لا أدري )
*Maa fii Musykilah = tiada masalah ( مافي مشكلة )
*Jazakallahu khairan khatsiiran = Smga Allah membalasmu dgn kbaikan (L) ( جزاكَ الله خيراً كثيراً )
*Jazakillahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (P)
( جزاكِ الله خيراً كثيراً )
*Jazakumullahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (L&P) جزاكمُ الله خيراً كثيراً )
*Wa iyyaka (L) = Dan utkmu jua.Blasan utk ucapan( وإياك)
*Wa iyyaki (P) = dan utkmu jua.Blasan utk ucapan( وإياكِ )
*Allahukhairuljaza’ = Allah adalah Sebaik-baik Pemberi ( الله خير الجزاء )
*Fahimtum? = Adakah kalian faham.? ( فهمتم )
*Fahimna = Kami telah faham ( فهمنا )
*Ijhad wala taksal = Bersungguh2 dn jgnlah kmu malas ( اجهدْ ولا تكسلْ )
*La Tahzan Innallaha Ma’ana = Jgnlah bersdih, Ssguhnya Allah bsma kita ( لا تحزنْ انا الله معنا )
*Kafaa Bilmauti waa’izhan = Cukuplah kmatian itu mjadi pringatan ( كفى بالموت واعظاً )
*Bi idznillah = Dgn izin Allah ( بإذن الله )
*InshaAllah kullu khayr ! Aamiin = inshaaAllah smuanya baik,Aamiin ( إن شاء الله كل خير. آمين )
*Barakallahu Fiik = Smga Allah mrahmati kamu/mbrkati kamu ( بارك الله فيك )
*Masa ul khair = slmt sore ( مساء الخير )
*Na’am = Ya ( نعم )
*bisura’h = mari cpat (lekas2) ( يالله بسرعة )
*Ismahli ya ustaz/ustazah = Tumpang tanya wahai Ustaz/Ustazah ( اسمحلي يا أستاذ/أستاذة )
*Uridu an azhaba ilal dauratul ma’ah = Blhkah sy ingin ke tempat air ( أريد أن أذهب الى دورة المياة
*Ana Aidon = Saya Juga ( أنا أيضاً)
Semoga bermanfaat.
Di ambil dari beberapa sumber, Mohon dikoreksi jika ada yang keliru 🌷
Bismillah
belajar bahasa Arab yuk 🌼
Afwan = maaf.
Na’am = iya
Laa = Tidak
Laa Adri = tidak tahu
Laa ba’sa = tidak apa-apa
___________________________________
🌷Syukron = terima kasih,
apabila ada orang memberikan ucapan “syukron” bisa dijawab “afwan”, jadi afwan bisa juga artinya “sama-sama”.
🌷Tafadhdhol= silahkan (untuk laki-laki)
🌷Tafadhdholy = silahkan (untuk perempuan)
🌷Mumtaz = keren, bagus banget, istimewa
🌷Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah
🌷Wa anta kadzalik = begitu juga kamu
🌷Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ?
🌷Jazakumullah khayran katsir = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan kebaikan yang banyak
🌷Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian
🌷Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita
🌷Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah
🌷Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah
Afwan, berhubung ada yang bertanya tentang arti kalimat-kalimat umum dan Dhomir (kata ganti orang) sederhana dalam bahasa Arab, maka semoga (terjemahan bebas) ini bermanfaat:
🍁ana = saya
🍁anta = kamu laki-laki
🍁anti = kamu prempuan
🍁antum = kalian laki-laki
🍁antunna = kalian prempuan
– ya akhi = wahai saudaraku (laki-laki)
– ya ukhti = wahai saudaraku (perempuan)
– Akhi fillah = saudaraku seiman (kepada Allah)
– Barakallahu fiik/kum = Semoga ALLAH memberi kalian berkah
– Ilal Liqo = Sampai Jumpa
– Ma’asalamah = Semoga keselamatan menyertaimu
🌻ana aidon = aku juga
🌻thoyyib = OK/ baik lah..
🌻mafi musykilah = ga masalah
🌻Qolil = sedikit
🌻Insya Allah = “jika Allah berkehendak
🌻Wallahi = Demi Allah
🌻Jaulah = berkunjung/Silaturahim/berkeliling
🌻Iqob = Denda/ Sanksi
🌻Ma’a an-najah = semoga lulus
🌻Hamasah = Semangat
🌻Futur = lemah semangat/malas
🌻Ahlan wa sahlan: Selamat Datang
_______________________________________
⛅Ungkapan yang biasa digunakan dalam bahasa arab:
🌸terima kasih – syukran (شكرًا )
🌸sama sama – afwan ( عفواً )
🌸saya minta maaf – aseef (asif) ( آسف )
🌸baiklah – hasanan ( حسناً )
🌸mungkin – rubbama (ربما )/yumkin
🌸awas! – intabih ( انتبِه )
🌸berhati hatilah – ihzar ( احذر )
🌸jangan lupa – la tansa’ ( لا تنسىٰ )
🌸samiinatun – gemuk ( سمين )
🌸Tawiilun – panjang ( طويل )
🌸Qasirun – pendek ( قصير )
🌸khofiidhun – rendah ( خفيض )
🌸nahiifun – kurus ( نحيف )
🌸yaum – hari ( يوم )
🌸usbu’ – minggu ( أسبوع )
🌸syahr – bulan ( شهر )
🌸sanah – tahun ( سنة )
___________________________________________
🔰Ucapan dalam bahasa arab :
🌻Selamat malam – laila sa’idah ( ليلة سعيدة )
🌻sobahul khair – selamat pagi ( صباح الخير )
🌻ucapan balas sobahul khair – sobahannur ( صباح النور )
🌻semoga berjaya – bitaufiq wannajah ( بالتوفيق والنجاح )
🌻salam ukhuwah – salam perkenalan ( سلام اخوة )
🌻jazakallah khairan – semoga Allah membalas jasa kebaikanmu ( جزاك الله خيرا )
🌻naharun sa’idah – selamat siang
🌻azhoma allahu ajrak – semoga Allah memuliakan amalan kamu ( عظّم الله أجرك )
🌻uhibbuki – saya sayang kamu (perempuan) ( أحبكِ )
🌻uhibbuka- saya sayang kamu (lelaki) ( أحبكَ )
____________________________________________
🔰Ganti nama/personal pronouns
..aku/saya – ana ( أنا )
..kamu (lelaki) – anta ( أنتَ )
..kamu (perempuan) – anti ( أنتِ )
..dia (lelaki -seorang ) – huwa ( هُوَ )
..dia (perempuan-seorang) – hiya ( هِيَ )
..dia (lelaki/perempuan -2orang) -huma ( هماَ )
..dia (lelaki -3 dan keatas) – hum ( هُمْ )
..dia (perempuan-3 dan keatas) – hunna ( هنَّ )
..kami – nahnu ( نحنُ )
..kalian (ramai) – antum ( أنتم )
..mereka – hum ( هُمْ )
..cantik = jamiilah ( جميلة )
..jelek = qabih ( قبيح )
..Bersih = nadziifun ( نظيف )
..Malas = kaslaan ( كسلان )
Ata’allamu = saya belajar ( أتعلم )
a’kulu = saya makan ( أاكل )
Asyrobu = saya minum ( أشرب )
Aqrou = saya membaca ( أقرا )
aktubu = saya menulis ( أكتب )
Atakallamu = saya berbicara ( أتكلم )
Amsiku = saya memegang ( أمسك )
A’malu = saya mengerjakan ( أعمل )
Albasu = saya memakai ( ألبس )
Toriiqon = jalan ( طريق )
Baytun = rumah ( بيت )
Mirsamun = pensil ( مِرسم )
Qolamun = pulpen ( قلم )
Mimsahatun = penghapus ( ممسحة )
Mishbaahun = lampu ( مصباح )
Sabbuurotun = papan tulis ( سبورة )
Kaifahaluka- apa khabar (lelaki) ( كيف حالكَ )
Kaifahaluki- apa khabar (girl) ( كيف حالكِ )
Askunufi- saya tinggal di ( أسكن في )
Umri- umur saya ( عمري )
Masmuki? Siapa namamu (untuk perempuan) ( ما اسمكِ )
Masmuka? Siapa namamu (untuk laki2) ( ما اسمكَ )
Ana tilmiidzatun = saya seorang murid (untuk perempuan) ( انا تلميذة )
Ana tilmiidzun = saya seorang murid (untuk laki2) ( انا تلميذ )
Ahlam Saiidah = semoga mimpi indah ( احلام سعيدة )
Syafakallah-smoga Allah menyembuhkn kamu ( شفاك الله )
*Ukhwahfillah = Pshabatan Krna Allah ( اخوة في الله )
*Ukht = Kakak @ Saudara Perempuan ( اخت )
*Akhun = Abang @ Saudara Lelaki ( أخ )
*Zauj = Suami @ Pasangan (L) ( زوج )
*Zaujah = Isteri @ Pasangan (P) ( زوجة )
*Asiff Jiddan = Saya minta maaf sangat2 ( آسف جداً )
*Ukhwahfillah Abadan Abada = Psaudaraan krna Allah Selama2nya ( اخوة في الله أبداً ابدا )
*Fa’idza Adzamta fatawakkal’alallah = Stelah kmu brazam maka bertawakallah pd Allah ( فإذا عزمت فتوكل على الله )
*Inni Akhafullah = Sesungguhnya aku takut kepada Allah (إني أخاف الله)
*Maafi Qalbi Ghairullah = Tiada di hatiku selain Allah ( مافي قلبي غير الله )
*Lau Samatha = Maafkan saya ( لَو سمحتَ )
*Naltaqi Ghadan = Kita jumpa besok ( نلتقي غداً )
*Illalliqa’ = selamat berjumpa kembali ( الى اللقاء )
*Syafakallah = moga Allah myembuhkan kamu (L)(شفاكَ الله)
*Syafakillah = moga Allah myembuhkan kamu (P) (شفاكِ الله)
*Tafaddhol = Silakan (تفضل )
*La Aadri/ la ‘a’rif = Saya Tak Tahu ( لا أدري )
*Maa fii Musykilah = tiada masalah ( مافي مشكلة )
*Jazakallahu khairan khatsiiran = Smga Allah membalasmu dgn kbaikan (L) ( جزاكَ الله خيراً كثيراً )
*Jazakillahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (P)
( جزاكِ الله خيراً كثيراً )
*Jazakumullahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (L&P) جزاكمُ الله خيراً كثيراً )
*Wa iyyaka (L) = Dan utkmu jua.Blasan utk ucapan( وإياك)
*Wa iyyaki (P) = dan utkmu jua.Blasan utk ucapan( وإياكِ )
*Allahukhairuljaza’ = Allah adalah Sebaik-baik Pemberi ( الله خير الجزاء )
*Fahimtum? = Adakah kalian faham.? ( فهمتم )
*Fahimna = Kami telah faham ( فهمنا )
*Ijhad wala taksal = Bersungguh2 dn jgnlah kmu malas ( اجهدْ ولا تكسلْ )
*La Tahzan Innallaha Ma’ana = Jgnlah bersdih, Ssguhnya Allah bsma kita ( لا تحزنْ انا الله معنا )
*Kafaa Bilmauti waa’izhan = Cukuplah kmatian itu mjadi pringatan ( كفى بالموت واعظاً )
*Bi idznillah = Dgn izin Allah ( بإذن الله )
*InshaAllah kullu khayr ! Aamiin = inshaaAllah smuanya baik,Aamiin ( إن شاء الله كل خير. آمين )
*Barakallahu Fiik = Smga Allah mrahmati kamu/mbrkati kamu ( بارك الله فيك )
*Masa ul khair = slmt sore ( مساء الخير )
*Na’am = Ya ( نعم )
*bisura’h = mari cpat (lekas2) ( يالله بسرعة )
*Ismahli ya ustaz/ustazah = Tumpang tanya wahai Ustaz/Ustazah ( اسمحلي يا أستاذ/أستاذة )
*Uridu an azhaba ilal dauratul ma’ah = Blhkah sy ingin ke tempat air ( أريد أن أذهب الى دورة المياة
*Ana Aidon = Saya Juga ( أنا أيضاً)
Semoga bermanfaat.
Di ambil dari beberapa sumber, Mohon dikoreksi jika ada yang keliru 🌷
Jumat, 18 Januari 2019
Penciptaan "NUR" NABI MUHAMMAD SAW..
Download ebooknyahttp://q.gs/E2F3I
PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD
Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,
"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."
Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".
Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."
Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"
Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.
Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".
Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.
Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.
Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."
Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”
“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”
“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”
“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.
Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.
Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.
Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.
Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).
Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.
Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).
Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.
Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !
catatan :
Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam ‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu yang Bercahaya).
* Semoga bermanfaat.....
🙏🙏🙏
PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD
Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,
"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."
Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".
Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."
Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"
Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.
Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".
Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.
Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.
Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."
Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”
“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”
“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”
“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.
Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.
Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.
Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.
Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.
Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.
Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).
Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.
Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).
Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.
Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.
Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !
catatan :
Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam ‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu yang Bercahaya).
* Semoga bermanfaat.....
🙏🙏🙏
Dialog Nabi Muhammad dengan Iblis...
Download ebookhttp://q.gs/E2F3I
SUBHANALLAH PERCAKAPAN NABI MUHAMMAD DENGAN IBLIS
Baca dulu jangan keburu di close tdak sampai 5 menit...
Dialog Antara Rasulullah dan Iblis
Rasulullah bertanya :
Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?
Iblis menjawab:
Aku merasa Panas dingin dan gementar.
Rasulullah, Kenapa ???
Iblis, Sebab setiap manusia berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat buatnya.
Rasulullah, Jika seorang umatku berpuasa ?.
Iblis, Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka.
Rasulullah, Jika ia menunaikan Ibadah haji ?.
Iblis, Aku seperti orang Gila.
Rasulullah, Jika ia membaca Al-Qur'an ?.
Iblis, Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api.
Rasulullah, Jika ia bersedekah ?.
Iblis, Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.
Rasulullah, Mengapa bisa begitu ?.
Iblis, Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :
1. Keberkahan dalam hartanya,
2. Hidupnya penuh dengan keberkahan dan dimuliakan Allah,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya.
Rasulullah, Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?
Iblis, Suara unta, perang di jalan Allah, yang membela Agama Allah.
Rasulullah, Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?.
Iblis, orang yang bertaubat, setiap saat (Taubatan Nasuha).
Rasulullah, Apa yang dapat membakar hatimu?.
Iblis, Istighfar di waktu siang dan malam.
Rasulullah, Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?.
Iblis, Sedekah yang diam-diam.
Rasulullah, Apa yang dapat menusuk matamu ?.
Iblis, Shalat fajar.
Rasulullah, Apa yang dapat memukul kepalamu ?.
Iblis, Shalat berjamaah dimasjid.
Rasulullah, Apa yang paling mengganggumu ?.
Iblis, Para ulama, pemuka-pemuka agama.
Rasulullah, Bagaimana cara makanmu ?.
Iblis, Dengan Tangan kiri dan jariku.
Rasulullah, Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas ?.
Iblis, Dibawah kuku Manusia, yang kotor dan yang sengaja di panjangkan.
Rasulullah, Siapa temanmu wahai iblis ?.
Iblis, Pezina, penipu, pembohong, dlln.
Rasulullah, Siapa teman tidurmu ?.
Iblis, Pemabuk.
Rasulullah, Siapa tamumu ?.
Iblis, Pencuri.
Rasulullah, Siapa utusanmu ?.
Iblis, Tukang Sihir (Dukun).
Rasulullah, Apa yang membuatmu Gembira ?.
Iblis, Orang yang bertengkar dan bersumpah untuk cerai.
Rasulullah, Siapa Manusia yang paling membahagiakanmu ?.
Iblis, Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.
Share, supaya tahu apa kelemahan Iblis dan apa kehebatan Agama islam yang kita anut saat ini.
Kalau pelit berbagi atau malas untuk membagikannya disimpan sendiri juga tidak apa-apa !!
Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa sallam bersabda:
Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala. (HR. Al-Bukhari).
SUBHANALLAH PERCAKAPAN NABI MUHAMMAD DENGAN IBLIS
Baca dulu jangan keburu di close tdak sampai 5 menit...
Dialog Antara Rasulullah dan Iblis
Rasulullah bertanya :
Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak Sholat ?
Iblis menjawab:
Aku merasa Panas dingin dan gementar.
Rasulullah, Kenapa ???
Iblis, Sebab setiap manusia berSujud 1X kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 Derajat buatnya.
Rasulullah, Jika seorang umatku berpuasa ?.
Iblis, Tubuhku terasa terikat hingga dia berbuka.
Rasulullah, Jika ia menunaikan Ibadah haji ?.
Iblis, Aku seperti orang Gila.
Rasulullah, Jika ia membaca Al-Qur'an ?.
Iblis, Aku merasa meleleh laksana air timah di atas Api.
Rasulullah, Jika ia bersedekah ?.
Iblis, Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.
Rasulullah, Mengapa bisa begitu ?.
Iblis, Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :
1. Keberkahan dalam hartanya,
2. Hidupnya penuh dengan keberkahan dan dimuliakan Allah,
3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka,
4. Terhindar dari segala macam musibah akan terjauh darinya.
Rasulullah, Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?
Iblis, Suara unta, perang di jalan Allah, yang membela Agama Allah.
Rasulullah, Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?.
Iblis, orang yang bertaubat, setiap saat (Taubatan Nasuha).
Rasulullah, Apa yang dapat membakar hatimu?.
Iblis, Istighfar di waktu siang dan malam.
Rasulullah, Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?.
Iblis, Sedekah yang diam-diam.
Rasulullah, Apa yang dapat menusuk matamu ?.
Iblis, Shalat fajar.
Rasulullah, Apa yang dapat memukul kepalamu ?.
Iblis, Shalat berjamaah dimasjid.
Rasulullah, Apa yang paling mengganggumu ?.
Iblis, Para ulama, pemuka-pemuka agama.
Rasulullah, Bagaimana cara makanmu ?.
Iblis, Dengan Tangan kiri dan jariku.
Rasulullah, Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas ?.
Iblis, Dibawah kuku Manusia, yang kotor dan yang sengaja di panjangkan.
Rasulullah, Siapa temanmu wahai iblis ?.
Iblis, Pezina, penipu, pembohong, dlln.
Rasulullah, Siapa teman tidurmu ?.
Iblis, Pemabuk.
Rasulullah, Siapa tamumu ?.
Iblis, Pencuri.
Rasulullah, Siapa utusanmu ?.
Iblis, Tukang Sihir (Dukun).
Rasulullah, Apa yang membuatmu Gembira ?.
Iblis, Orang yang bertengkar dan bersumpah untuk cerai.
Rasulullah, Siapa Manusia yang paling membahagiakanmu ?.
Iblis, Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.
Share, supaya tahu apa kelemahan Iblis dan apa kehebatan Agama islam yang kita anut saat ini.
Kalau pelit berbagi atau malas untuk membagikannya disimpan sendiri juga tidak apa-apa !!
Rasulullah Shalallahu'Alaihi Wa sallam bersabda:
Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala. (HR. Al-Bukhari).
Rabu, 16 Januari 2019
Sebarkan kebaikan itu walau satu ayat...
Download ebooknyahttp://q.gs/E2F3I
MENYEBARKAN KEBAIKAN
SALING MENGAJAK KEPADA KEBENARAN/KEBAIKAN [...BERBUAT BAIK ].
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat :
"Jika hamba-Ku berniat melakukan kesalahan, maka janganlah kalian menulis kesalahan itu sampai ia (benar-benar) mengerjakannya. Jika ia telah mengerjakannya, maka tulislah sesuai dengan perbuatannya. ....Jika ia meninggalkan kesalahan tersebut karena Aku, maka tulislah untuknya satu (1) kebaikan.
Jika ia ingin mengerjakan kebaikan namun tidak mengerjakannya, tulislah sebagai kebaikan untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, tulislah baginya sepuluh (10) kali kebaikannya itu hingga tujuh ratus (700) (kebaikan)." ............ [ HR. AL-BUKHARI NO. 7501, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu ]
[Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda]:
Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. [ HR. IMAM MUSLIM ]
Apabila anak keturunan Adam wafat, terputus seluruh amalannya kecuali tiga (3) perkara; Sedekah Jariyah, IIMU YANG BERMANFAAT, dan.. Anak Shalih yang mendoakannya../doa anak saleh.” [ HR. IMAM MUSLIM ]
.
Allah berfirman:
dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Baqarah: 195,]
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. [QS. An-Nahl: 128,]
Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). [Qs. Hud: 114,]
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. [QS. Yunus: 26,]
#
Allah berfirman:
Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan kebaikan(nya), mereka itulah orang yang beruntung, dan barang siapa ringan timbangan kebaikan(nya), maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami. [QS. Al-A'raf: 8, 9,]
Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan (amalan shaleh) dan janganlah ia mempersekutukan sesuatupun dalam beribadah kepada Tuhannya. [QS. Al-Kahf: 110,]
#
Allah berfirman:
Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal saleh) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. [QS. Al-'Ashr]
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,.. [QS. Az-Zariyat: 15, 16, 17,]
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)? [QS. Fussilat: 33,]
Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal, .. [QS. Al-Kahf:107,]
#
Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, ...[ Qs. Ar-Rum: 6, ]
MENYEBARKAN KEBAIKAN
SALING MENGAJAK KEPADA KEBENARAN/KEBAIKAN [...BERBUAT BAIK ].
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat :
"Jika hamba-Ku berniat melakukan kesalahan, maka janganlah kalian menulis kesalahan itu sampai ia (benar-benar) mengerjakannya. Jika ia telah mengerjakannya, maka tulislah sesuai dengan perbuatannya. ....Jika ia meninggalkan kesalahan tersebut karena Aku, maka tulislah untuknya satu (1) kebaikan.
Jika ia ingin mengerjakan kebaikan namun tidak mengerjakannya, tulislah sebagai kebaikan untuknya. Jika ia mengerjakan kebaikan tersebut, tulislah baginya sepuluh (10) kali kebaikannya itu hingga tujuh ratus (700) (kebaikan)." ............ [ HR. AL-BUKHARI NO. 7501, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu ]
[Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda]:
Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. [ HR. IMAM MUSLIM ]
Apabila anak keturunan Adam wafat, terputus seluruh amalannya kecuali tiga (3) perkara; Sedekah Jariyah, IIMU YANG BERMANFAAT, dan.. Anak Shalih yang mendoakannya../doa anak saleh.” [ HR. IMAM MUSLIM ]
.
Allah berfirman:
dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Baqarah: 195,]
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. [QS. An-Nahl: 128,]
Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah). [Qs. Hud: 114,]
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. [QS. Yunus: 26,]
#
Allah berfirman:
Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan kebaikan(nya), mereka itulah orang yang beruntung, dan barang siapa ringan timbangan kebaikan(nya), maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami. [QS. Al-A'raf: 8, 9,]
Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan (amalan shaleh) dan janganlah ia mempersekutukan sesuatupun dalam beribadah kepada Tuhannya. [QS. Al-Kahf: 110,]
#
Allah berfirman:
Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (amal saleh) serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. [QS. Al-'Ashr]
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik,.. [QS. Az-Zariyat: 15, 16, 17,]
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)? [QS. Fussilat: 33,]
Sungguh, orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, untuk mereka disediakan Surga Firdaus sebagai tempat tinggal, .. [QS. Al-Kahf:107,]
#
Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, ...[ Qs. Ar-Rum: 6, ]
Sabtu, 12 Januari 2019
Saat orang tua kita "wafat"...
Download ebookhttp://q.gs/E2F3I
Dulu orang tua pernah bilang,
"Kalau ibu dan ayah dah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi.. Tunggulah 10 - 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah".
.
Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
pipi kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.
.
Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..
.
Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka pulang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.
.
Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
.
"Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati".
.
Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, "Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah"
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.
.
Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.
.
Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
"Hai manusia" ..
Malaikat tak berkata,
"Hai ustaz, hai ustazah".
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
"Hai manusia".
.
"Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?"
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
"Dia itu adalah hamba Alloh,
dia adalah pesuruh Alloh..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Alloh dan Muhammad itu pesuruh Alloh"
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
"Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?".
.
Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
"Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik"
Maka, kata malaikat kepada kita,
"Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin".
.
Maka ahli kubur tadi berkata,
"Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!",
rayu si mati pada malaikat.
.
Rupanya, orang mati ni mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.
.
"Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah." "Wahai suamiku, sholatlah".
.
Tapi malaikat kata,
"Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh.. Kamu tak boleh campur dengan alam dunia".
.
Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
.
Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.
.
ALLOHU AKBAR.
.
Semoga akhir hidup kita semua ada didalam husnul Khotimah.
Aamiin Ya Robbal'aalamiin.
Dulu orang tua pernah bilang,
"Kalau ibu dan ayah dah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi.. Tunggulah 10 - 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah".
.
Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
pipi kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.
.
Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..
.
Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka pulang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.
.
Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
.
"Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati".
.
Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, "Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah"
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.
.
Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.
.
Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
"Hai manusia" ..
Malaikat tak berkata,
"Hai ustaz, hai ustazah".
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
"Hai manusia".
.
"Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?"
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
"Dia itu adalah hamba Alloh,
dia adalah pesuruh Alloh..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Alloh dan Muhammad itu pesuruh Alloh"
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
"Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?".
.
Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
"Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik"
Maka, kata malaikat kepada kita,
"Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin".
.
Maka ahli kubur tadi berkata,
"Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!",
rayu si mati pada malaikat.
.
Rupanya, orang mati ni mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.
.
"Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah." "Wahai suamiku, sholatlah".
.
Tapi malaikat kata,
"Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh.. Kamu tak boleh campur dengan alam dunia".
.
Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
.
Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.
.
ALLOHU AKBAR.
.
Semoga akhir hidup kita semua ada didalam husnul Khotimah.
Aamiin Ya Robbal'aalamiin.
"Kiamat"...huru hara akhir zaman
TIDAK BOLEH Membuat ILUSTRASI Hari Kiamathttp://q.gs/E2F3I
Bolehkah membuat ilustrasi utk menggambarkan kondisi kiamat, seperti sirat, timbangan amal, hari kebangkitan, termasuk surga dan neraka?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Allah banyak bercerita tentang hari kiamat dalam al-Quran, demikian pula Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya. Namun Allah merahasiakan hakekat sejatinya. Allah tidak pernah menampakkan surga dan neraka atau kejadian di hari kiamat kepada para hamba-Nya. Selain para utusan-Nya yang mendapatkan izin dari-Nya.
Tentang rahasia surga, Allah berfirman,
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17).
Dalam hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah. Diantara penggalan khutbah, beliau menyatakan,
إِنِّي رَأَيْتُ الجَنَّةَ، أَوْ أُرِيتُ الجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا، وَرَأَيْتُ النَّارَ، فَلَمْ أَرَ كَاليَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ
“Sesungguhnya aku telah melihat surga dan aku tadi berupaya meraih setandan buah-buahan darinya. Seandainya kamu mendapatkannya dan memakannya, niscaya kamu (tidak butuh lagi makanan) di dunia. Kemudian aku melihat neraka dan belum pernah aku melihat pemandangan yang ngerinya seperti itu….” (HR. Bukhari 5197 dan Muslim 907)
Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berdzikir. Mereka mengajak malaikat lainnya: “Kemarilah datangi kebutuhan kalian”.
Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka hingga langit dunia. Kemudian Allah -Azza wa Jalla- bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka,
“Apa yang diucapkan oleh hamba-hambaKu?”
Para malaikat menjawab, “Mereka mensucikan-Mu (mengucapkan tasbih), mereka membesarkan-Mu (mengucapkan takbir), mereka memuji-Mu (mengucapkan Alhamdulillah), mereka mengagungkan-Mu.”
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatKu?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Alah, mereka tidak melihatMu”.
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatKu?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihat-Mu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepada-Mu, lebih mengagungkan-Mu, lebih mensucikan-Mu”.
Allah berkata, “Lalu, apakah yang mereka minta kepadaKu?”
Mereka menjawab, “Mereka minta surga kepadaMu”.
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Alah, Wahai Rabb, mereka tidak melihatnya”.
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan”.
Allah berkata: “Lalu, dari apakah mereka minta perlindungan kepadaKu?”
Mereka menjawab, “Mereka minta perlindungan dari neraka kepadaMu”.
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabb, Mereka tidak melihatnya.”
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih menjauhi dan lebih besar rasa takut (terhadap neraka)”.
Allah berkata, “Aku bersaksi di hadapan kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”.
(HR. al-Bukhari 6458 dan Muslim 2686)
Kehebatan akhirat bahkan tidak bisa dibayangkan oleh manusia.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman,
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku sediakan untuk para hamba-Ku yang saleh, janji indah yang belum pernah dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam batin manusia.” (HR. Bukhari 3244).
Allah hanya menceritakan, namun bentuknya tidak ditampakkan. Agar menjadi ujian keimanan bagi para hamba. Karena itulah, para ulama melarang membuat ilustrasi kejadian hari kiamat. Apapun bentuknya. Baik kejadian kebangkitan, proses hisab, shirat yang membentang di atas neraka, timbangan (mizan), termasuk surga dan neraka. Ada beberapa alasan yang mendasari itu,
[1] Semua kejadian di hari kiamat tidak bisa dibayangkan manusia.
[2] Ilustrasi yang digambarkan, bisa dipastikan dusta, sangat jauh dari aslinya.
[3] Akan hilang kewibawaan akhirat di mata manusia.
[4] Orang ceroboh bisa lebih nekat dalam membayangkan akhirat.
Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang kasus orang membuat gambar kebun sebagai ilustrasi surga atau ilustrasi nyala api seolah itu neraka. Jawab beliau,
هذا لا يجوز؛ لأننا لا نعلم كيفية ذلك، كما قال عز وجل: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {السجدة: 17}. ولا يعلم كيفية النار
Semacam ini tidak boleh dilakukan. Karena kita tidak mengetahui hakekat dari semua itu. seperti yang Allah firmankan, (yang artinya), “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17). Dan seperti apa neraka juga tidak diketahui.
Lalu beliau melanjutkan,
فهل أحد يستطيع أن يمثل النار؟ لا أحد يستطيع، ولهذا بلغ من يفعل ذلك أن هذا حرام، ومع الأسف الشديد أن الناس الآن بدؤوا يجعلون الأمور الأخروية كأنها أمور حسية مشاهدة
Adakah orang yang bisa membuat gambar neraka? Tidak ada satupun yang mampu. Karena itu, sampaikan bahwa orang yang melakukan tindakan semacam ini bahwa itu haram. Meskipun sangat disayangkan, banyak masyarakat saat ini mereka menjadikan fenomena akhirat seperti kejadian terindera yang bisa disaksikan. (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 222, no. 22)
Keterangan lain pernah disampaikan Syaikh Abdurrahman al-Barrak,
حقائق الغيب من الماضي والحاضر والمستقبل لا يمكن تصورها فضلا عن تصويرها ! ومن ذلك: أحوال القيامة كالبعث والصراط والميزان، وما يسبق ذلك من النفخ في الصور، وما ينشأ عنه من فزع وصعق وتغيرات في العالم العلوي والسفلي وما يصاحب ذلك من أهوال
Hakekat dari perkara ghaib baik di masa silam, di masa sekarang, maupun di masa mendatang, tidak mungkin untuk dibayangkan, apalagi digambar! Termasuk kondisi kiamat, seperti hari berbangkit, as-Shirat, Mizan, seperti kejadian sebelumnya seperti tiupan sangkakala, kejadian kehancuran besar dan semua perubahan di aats maupun di bawah, dan suasana luar biasa yang mengiringinya.
Demikian. Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Bolehkah membuat ilustrasi utk menggambarkan kondisi kiamat, seperti sirat, timbangan amal, hari kebangkitan, termasuk surga dan neraka?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Allah banyak bercerita tentang hari kiamat dalam al-Quran, demikian pula Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya. Namun Allah merahasiakan hakekat sejatinya. Allah tidak pernah menampakkan surga dan neraka atau kejadian di hari kiamat kepada para hamba-Nya. Selain para utusan-Nya yang mendapatkan izin dari-Nya.
Tentang rahasia surga, Allah berfirman,
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17).
Dalam hadis dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah. Diantara penggalan khutbah, beliau menyatakan,
إِنِّي رَأَيْتُ الجَنَّةَ، أَوْ أُرِيتُ الجَنَّةَ، فَتَنَاوَلْتُ مِنْهَا عُنْقُودًا، وَلَوْ أَخَذْتُهُ لَأَكَلْتُمْ مِنْهُ مَا بَقِيَتِ الدُّنْيَا، وَرَأَيْتُ النَّارَ، فَلَمْ أَرَ كَاليَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ
“Sesungguhnya aku telah melihat surga dan aku tadi berupaya meraih setandan buah-buahan darinya. Seandainya kamu mendapatkannya dan memakannya, niscaya kamu (tidak butuh lagi makanan) di dunia. Kemudian aku melihat neraka dan belum pernah aku melihat pemandangan yang ngerinya seperti itu….” (HR. Bukhari 5197 dan Muslim 907)
Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki malaikat-malaikat yang berkelana di jalan-jalan mencari ahli dzikir. Jika mereka telah mendapatkan sekelompok orang yang berdzikir kepada Allah, mereka duduk bersama dengan orang-orang yang berdzikir. Mereka mengajak malaikat lainnya: “Kemarilah datangi kebutuhan kalian”.
Maka para malaikat mengelilingi orang-orang yang berdzikir dengan sayap mereka hingga langit dunia. Kemudian Allah -Azza wa Jalla- bertanya kepada mereka, sedangkan Dia lebih mengetahui daripada mereka,
“Apa yang diucapkan oleh hamba-hambaKu?”
Para malaikat menjawab, “Mereka mensucikan-Mu (mengucapkan tasbih), mereka membesarkan-Mu (mengucapkan takbir), mereka memuji-Mu (mengucapkan Alhamdulillah), mereka mengagungkan-Mu.”
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatKu?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Alah, mereka tidak melihatMu”.
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatKu?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihat-Mu, tentulah ibadah mereka menjadi lebih kuat kepada-Mu, lebih mengagungkan-Mu, lebih mensucikan-Mu”.
Allah berkata, “Lalu, apakah yang mereka minta kepadaKu?”
Mereka menjawab, “Mereka minta surga kepadaMu”.
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Alah, Wahai Rabb, mereka tidak melihatnya”.
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan”.
Allah berkata: “Lalu, dari apakah mereka minta perlindungan kepadaKu?”
Mereka menjawab, “Mereka minta perlindungan dari neraka kepadaMu”.
Allah bertanya, “Apakah mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Rabb, Mereka tidak melihatnya.”
Allah berkata, “Bagaimana seandainya mereka melihatnya?”
Mereka menjawab, “Seandainya mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih menjauhi dan lebih besar rasa takut (terhadap neraka)”.
Allah berkata, “Aku bersaksi di hadapan kalian, bahwa Aku telah mengampuni mereka”.
(HR. al-Bukhari 6458 dan Muslim 2686)
Kehebatan akhirat bahkan tidak bisa dibayangkan oleh manusia.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman,
أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ، وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
“Aku sediakan untuk para hamba-Ku yang saleh, janji indah yang belum pernah dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam batin manusia.” (HR. Bukhari 3244).
Allah hanya menceritakan, namun bentuknya tidak ditampakkan. Agar menjadi ujian keimanan bagi para hamba. Karena itulah, para ulama melarang membuat ilustrasi kejadian hari kiamat. Apapun bentuknya. Baik kejadian kebangkitan, proses hisab, shirat yang membentang di atas neraka, timbangan (mizan), termasuk surga dan neraka. Ada beberapa alasan yang mendasari itu,
[1] Semua kejadian di hari kiamat tidak bisa dibayangkan manusia.
[2] Ilustrasi yang digambarkan, bisa dipastikan dusta, sangat jauh dari aslinya.
[3] Akan hilang kewibawaan akhirat di mata manusia.
[4] Orang ceroboh bisa lebih nekat dalam membayangkan akhirat.
Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang kasus orang membuat gambar kebun sebagai ilustrasi surga atau ilustrasi nyala api seolah itu neraka. Jawab beliau,
هذا لا يجوز؛ لأننا لا نعلم كيفية ذلك، كما قال عز وجل: فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ {السجدة: 17}. ولا يعلم كيفية النار
Semacam ini tidak boleh dilakukan. Karena kita tidak mengetahui hakekat dari semua itu. seperti yang Allah firmankan, (yang artinya), “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 17). Dan seperti apa neraka juga tidak diketahui.
Lalu beliau melanjutkan,
فهل أحد يستطيع أن يمثل النار؟ لا أحد يستطيع، ولهذا بلغ من يفعل ذلك أن هذا حرام، ومع الأسف الشديد أن الناس الآن بدؤوا يجعلون الأمور الأخروية كأنها أمور حسية مشاهدة
Adakah orang yang bisa membuat gambar neraka? Tidak ada satupun yang mampu. Karena itu, sampaikan bahwa orang yang melakukan tindakan semacam ini bahwa itu haram. Meskipun sangat disayangkan, banyak masyarakat saat ini mereka menjadikan fenomena akhirat seperti kejadian terindera yang bisa disaksikan. (Liqa’at Bab al-Maftuh, volume 222, no. 22)
Keterangan lain pernah disampaikan Syaikh Abdurrahman al-Barrak,
حقائق الغيب من الماضي والحاضر والمستقبل لا يمكن تصورها فضلا عن تصويرها ! ومن ذلك: أحوال القيامة كالبعث والصراط والميزان، وما يسبق ذلك من النفخ في الصور، وما ينشأ عنه من فزع وصعق وتغيرات في العالم العلوي والسفلي وما يصاحب ذلك من أهوال
Hakekat dari perkara ghaib baik di masa silam, di masa sekarang, maupun di masa mendatang, tidak mungkin untuk dibayangkan, apalagi digambar! Termasuk kondisi kiamat, seperti hari berbangkit, as-Shirat, Mizan, seperti kejadian sebelumnya seperti tiupan sangkakala, kejadian kehancuran besar dan semua perubahan di aats maupun di bawah, dan suasana luar biasa yang mengiringinya.
Demikian. Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Langganan:
Postingan (Atom)





